Ingin Terjun ke Dunia Investasi Saham? Bedakan antara Investasi dan Trading!


Hingga saat ini masih banyak orang yang salah presepsi ketika mendengar ‘investasi saham’ atau ‘trading saham’. Banyak yang mengira jika keduanya adalah hal yang sama. Memang sekilas terlihat sama karena mekanisme yang mirip juga tujuan memperoleh yang sama yaitu memperoleh keuntungan. Tapi jika dikaji lebih dalam, keduanya memiliki banyak perbedaan di dalamnya.



Secara umum memang perbedaannya hanya ditunjukkan oleh waktu lamanya kepemilikan saham tersebut. Jika trading saham, Kita hanya bisa memiliki saham tersebut paling lama 7 hari, Investasi bisa mencapai tahunan dalam kepemilikannya. Tertarik untuk mengulik perbedaan lain yang bisa Kita kaji? Untuk informasi lebih lanjutnya, simak ulasan di bawah ini.

1.       Harga

Secara garis besar, seorang investor akan membeli saham, menyimpannya untuk waktu yang dianggap cukup, dan kemudian menjualnya suatu saat nanti. Karenanya, seorang investor kadang tidak peduli dengan harga saham yang pada suatu saat turun dengan anggapan harganya dapat naik dikemudian waktu.

Sedangkan untuk seorang trader, tentu hal ini menjadi hal yang krusial karena dilakukan dalam jangka waktu yang relatif singkat. Apalagi harga dari suatu saham yang bisa saja setiap detik berubah, tentu hal tersebut akan membuat seorang trader rajin untuk memantau kegiatan tradingnya. Nah, karena dilakukan dalam jangka waktu yang singkat, biasanya nominal yang digunakan oleh seorang trader juga lebih besar daripada seorang investor dengan tujuan untuk mendapat keuntungan lebih.

2.       Risiko


Dalam melakukan investasi saham juga memiliki beberapa risiko yang bisa terjadi. Risiko ini dibedakan menjadi 2 jenis yakni risiko counter party dan risiko partial fills. Risiko partial fills bisa terjadi ketika aset saham yang dijual hanya laku sebagian saja. Risiko counter party kemungkinan bisa terjadi karena ketika menjual saham tersebut Kamu memerlukan bantuan pihak lain untuk mengatasinya, begitu juga yang terjadi sebaliknya.

Sedangkan risiko yang bisa terjadi pada seorang trader ada 3. yaitu risiko counter party, risiko partial fills, dan risiko capital loss. Risiko capital loss sendiri bisa terjadi ketika saham yang Kamu miliki terjual dengan harga yang lebih rendah daripada harga belinya.

3.       Prinsip


Prinsip yang dimiliki keduanya juga ternyata memiliki perbedaan. Untuk seorang investor, mereka memegang teguh prinsip buy dan hold. Saham yang dibelinya akan disimpan dalam jangka waktu lebih dari 1 tahun. Biasanya, seorang investor hanya akan menjual sahamnya jika tujuannya berinvestasi sudah terpenuhi ataupun keadaan perusahaan pemilik saham yang kian hari kian memburuk sehingga berpotensi menyebabkan kerugian.

Sedangkan untuk seorang trader, mereka memiliki prinsip buy and sell. Mereka akan menggunakan analisis teknikal untuk mengetahui waktu yang tepat saat akan membeli saham yang berpotensi bisa memberikan keuntungan selisih harga saham dalam waktu cukup singkat.

Bagaimana? Jika Kamu tertarik untuk melakukan trading ataupun investasi, semuanya sudah dipermudah dengan kemunculan beberapa perusahaan sekuritas terbaik yang juga beroperasi secara online.

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Ingin Terjun ke Dunia Investasi Saham? Bedakan antara Investasi dan Trading!"

Agustina Purwantini said...

Baru tahu aku, klo investor dan trading saham itu bisa.

Agustina Purwantini said...

#beda