Menggapai Puncak Gunung Prau, Si Cantik yang Tak Pernah Ingkar Janji

Sebenarnya saya bukanlah orang yang suka mendaki gunung, karena selain melelahkan perlengkapan pendakian yang saya punya juga jauh dari kata cukup. Bahka saya cuma ada tas keril 60 Liter, selain itu saya tidak punya. Nah, kali ini saya berkesempatan untuk mendaki gunung prau bersama tavak adventure. Ini kali kedua saya ngetrip bareng bersama mereka.

Perjalanan yang Melelahkan dan Panjang Pun di Mulai, Tetap Semangat

Untuk trip kali ini, meeting poinnya ada di UKI, karena saya tinggal di Priuk otomatis saya menggunakan gojek untuk kesana setelah shalat Magrib. Setelah sampai disana, belum banyak yang datang. Akhirnya saya pun makan di KFC dulu dan ketika di KFC kebetulan bertemu dengan rombongan lainnya.

Setelah mengenalkan diri dan saling basa-basi akhirnya obrolanpun semakin lancar dan anehnya saya lupa nama mereka karena saya sendiri termasuk orang yang susah mengingat nama orang dan nama jalan, apalagi baru pertama ketemu dan tidak pernah komunikasi lagi setelahnya.

Dari Uki Menuju Dieng, Persiapan Awal Mendaki Pun di Mulai. 

Setalah semua peserta lengkap, akhirnya perjalanan pun dimulai menuju Dieng. Perjalanan yang melelahkan di dalam travel pun dimulai. Tak banyak obrolan antara pesera karena memang sudah larut malam dan kebanyakan lebih memilih untuk tidur. Begitu juga dengan saya.

Baca Juga : 
Setelah sampai di basecamp pendakian, kami istirahat untuk mengumpulkan sisa-sisa tenaga dan menyiapkan tenaga yang ekstra untuk memulai perjuangan mendaki gunung prau.

Akhirnya, Pendakian Pun di Mulai. Rasa Lelah Mulai Menghampiri

Setelah semua packing dengan barang bawaannya, akhirnya perjalananpun di mulai. Di mulai dari menaiki jalan setapak kecil, kemudian anak tangga yang cukup membuat ngos-ngosan untuk pendaki pemula seperti saya.

 

Jangan tanya berapa kali saya istrahat, untuk dapat teman yang sama-sama termasuk pendaki pemula dan akhirnya bisa bersantai ria meski kami termasuk golongan paling belakang. Tapi tak apalah yang penting kan sampai puncak juga.

Oh ya, selama pendakian kamu tak perlu khawatir kelaparan karena hampir setiap pos ada penjual makanan dan minuman. Jadi lumayan kan untuk kamu yang suka lapar seperti saya.

Akhirnya Sampai Juga di Puncak, Camping Seru Pun di Mulai. 

Sebenarnya ini kali kedua saya naik gunung, setelah setahun yang lalu mendaki Gunung Merapi yang membuat saya hampir kapok untuk mendaki. Maklum saja open trip yang kami ikuti ingkar janji dan kurang bertanggungjawab.

Satu hal yang unik di puncak, bangun pagi-pagi sudah ada suara via vallen dengan lagu andalannay sayang apa koe krungu. Sudah lah, pagi yang menyenangkan bukan. Bayangkan saja, suasana yang sangat dingin dengan semnagkok indomie terus ada lagu via vallen. Bikin ngakak sebenarnya.

Satu hal yang pasti, kamu juga akan mendapat teman baru loh ketika traveling itu. Jadi masih mau berdiam terus di rumah.

Biaya-Biaya ke Gunung Prau. 

Biaya open trip Rp. 425.000,-
Sewa Celana Rp. 15.000,-
Makan, Minum, Oleh-oleh Rp. 250.000 (tentatif ini ya, sesuai kemampuan saja)

Setelah dari gunung prau, dua bulan kemudian saya traveling ke Kebumen, tapi malas bangat lagi untuk menulis hasil perjalannannya. Untuk fhoto-fhoto lainnya, kamu bisa cek di instagramku @idrisshikamaru dan facebook saya di @idris hasibuan

Subscribe to receive free email updates:

Post a Comment