Untukmu yang Pernah Berkhianat, Terimaksih Sudah Membuatku Menjadi Lebih Kuat

Masih tersimpan rapi pesan singkat yang kamu kirimkan di handphone ku. Pesan singkat yang berhasil membuatku terpuruk, menghancurkan sebagian hidupku dan bahkan merenggut kebahagianku. Pesan singkat itu juga yang telah menggoyahkan mimpi yang kita rajut dan janji yang kita bina berdua selama ini.

Tak pernah kubayangkan sebelumnya hidupku tanpa dirimu. Hari-hari yang kita lalau secara bersama dan berbagi canda tawa kini sudah tak akan pernah terjadi lagi. Dan aku harus menerima atau bahkan terpaksa menerima kenyataan ini. Kenyataan bahwa kau telah berkhianat.

Tanpamu, Aku Semakin Kuat

Setiap langkah yang aku pijak selalu teringat tentang dirimu. Setiap tempat yang aku temui selalu mengingatkanku tentang semua kenagangan kita. Dan akhirnya, langkahku semakin berat, hingga rasanya tak sanggup untuk berlari. Cahaya yang awalnya ada di hadapanku perlahab redup dan menghilang. Aku tidak bisa melangkah lagi, saat aku tahu kalau dirimu telah menggandeng cinta yang lain.

Penghianatan yang telah kau lakukan sangat menyakitkan diriku. Rasanya tak percaya bahwa kita sudah tak bersama lagi dan bisa melupakanku semudah itu. Tapi, inilah kenyataan yang aku terima. Dendam? Tidak. Menyesal? Tidak. Karena ini semua takdir dari Tuhan.

Mencoba untuk melupakanmu secara perlahan-lahan, mengubur semua kisah yang pernah kita rajut ternyata semakin menyiksa diriku. Dan akhirnya aku mengikhlaskan dirimu adalah hal yang paling bahagia dalam hidupku. Dan cahaya yang ada di hadapanku perlahan menerangi jalanku. Tak ada keraguan lagi saat melangkah kedepan.

Keihklasanku untuk melepaskanmu telah membuatku menjadi pribadi yang kuat, hatiku tak selemah yang pernah kau bayangkan lagi. Dan kelak kita bertemu dipertigaan jalan kehidupan ini, aku berharap janagn ada dendam diantara kita.

Subscribe to receive free email updates:

Post a Comment