Terima Kasih Atas Janji yang Kau Khianati

Hubungan ini seharusnya berjalan dengan lancar tanpa hambatan bak air mengalir yang bisa mencari celah untuk sampai ke laut. Atau sama dengan matahari yang pasti menerangi bumi ini dengan cahaya kehangatan dan selalu memberikan energi positif bagi semuanya.

Entahlah, masih teringat jelas di pikiranku tentang pepatah yang mengatakan mulut kamu adalah harimau mu dan janji adalah hutang. Kamu juga sudah pasti tahu tentang pepatah tersebut. Tapi entah kenapa, kamu selalu membuat janji kepadaku.

Sebenarnya tak ada yang salah dengan janji, tapi hal tersebut menjadi salah ketika tidak kau tepati atau bahkan kau hianati. Aku tak masalah, jika semua janji yang kau ucapkan dengan bibir manismu itu selalu kau hianati, karena bagiku penghianatanmu itu hanya salah satu proses pendewasaan bagiku.


Anak Kos Kece di TMII

Sejujurnya kukatakan, semakin hati ini kau sakiti semakin cepat aku melupakan rasa cinta yang dulu pernah menggebu-gebu, tak ada lagi rasa nyaman yang bisa kutemukan bersamamu bahkan ketika ketika kau mengajakku berjalan bersama lagi yang ada hanya perasaan aneh yang menuntun kakiku untuk mundur saat aku sedang berhadapan denganmu. 

Aku sudah tak sudi lagi hati ini kau gores begitu dalam, cukuk kepingan rasa yang ada kau injak hingga terbang ke awan dan tak tahu arah pulang. Bahkan aku lebih memilih memalingkan wajah ketika kau tersenyum.

"Burung pun akan kembali ke sangkarnya, jika ia nyaman"

Dan akhirnya aku lebih memilih terbiasa tidak menaggapi janji-janjimu yang kau katakan, yang kutahu hanya menyeretku ke penderitaan yang lebih dalam lagi. Pun, aku hanya bisa menertawakan kebodohanku yang rela kau perbudak dengan janjimu itu.

Lepaskanlah burung-burungmu agar terbang tinggi. Tak usah ragu kehilangannya, karena yang terbaik akan kembali ke sangkarnya. Dan percayalah satu hal, apapun yang aku lakukan itu adalah yang tebaik untukmu.

Subscribe to receive free email updates:

Post a Comment