Dear Calon Mertua, Izinkan Aku Berkelana Sebentar Sebelum Meminang Putrimu

Aku bukanlah seorang pria romantis yang bisa meluluhlantakan hati putrimu, aku juga bukanlah seorang novelis yang bisa menulis semua kisah asmaraku dan putrimu tertata apik di sebuah novel. Aku hanyalah seorang pria batak yang tak mengerti banyak tentang cinta.

Sebenarnya, Aku bukan tak serius dengan putrimu yang sangat kamu sayangi itu. Putrimu yang biasa hidup dengan bergelimangan harta dan penuh pesona. Lelaki mana yang tidak menyukai putri mu itu, mungkin hanya lelaki yang tak waras atau setengah gila yang menolak putri cantikmu itu.



Aku bukannlah diantara lelaki yang tak waras itu dan aku bukan juga seorang menantu yang kau idamkan. Aku hanya seorang lelaki yang belum siap untuk berumah tangga karena aku tahu, rumah tangga itu bukan hanya membangun hubungan antara aku dan kekasihku.

Baca Juga : Maaf, Aku Merindukanmu di Lubuk Hatiku


Tetapi, aku harus bisa menerima semua tentang kekasihku dan keluarganya seperti keluargaku, kerabatnya seperti kerabatku, suka dukanya dan yang paling utama, aku bisa membimbingnya menuju syurga yang dijanjikan oleh sang Khaliq.

Dear Calon Mertua , , ,


Bukan niat hati untuk menunda menuju bahtera rumah tangga yang bahagia, hanya saja aku ingin menjadi lebih mandiri. Jangan ada perasaan was-was tentangku, aku tak akan melarikin diri. Dan jangan pula kamu meragukan hubungan ini.

Sebab jodoh sudah ada yang mengatur. yang pasti, aku dan putrimu sudah menjaga hubungan ini dengan sekuat daya dan upaya bahkan lebih kuat dari gelombang tsunami di Aceh.

Salam Dariku , , , 


Calon Menantumu

Note: Sampai sekarang pada hal masih mencari halaman mertu neee ,. . 

Subscribe to receive free email updates:

Post a Comment