Cintaku Bersemi Bak Bunga Sakura di Kota Serambi Mekkah

Jam menunjukkan tepat pukul sembilan pagi, aku hampir lupa hari ini adalah hari yang paling bahagia untukmu gadis pujaanku. Burung merpati yang bernyanyi ria di pohon depan kosanku tak kuhiraukan lagi, secangkir kopi nan hangat langsung kuseruput dengan senyuman.

Rasanya tak sabar ingin menemuimu dan melepas rindu yang sudah memuncak di ubun-ubun.Hanya sekedar bersua saja sudah membuatku bahagia, menatap wajahmu yang sendu selalu bisa membuatku jatuh lagi, jatuh cinta lagi.

Ilustrasi Jatuh Cinta, :)

Aceh, Kota Serambih Makkah yang Menawan, Seperti Dirimu 


Kota ini memang penuh dengan hukum islami, tapi aku dan kamu bukan lah seorang muslim yang benar-benar taat, kita hanya dua insan yang sedang jatuh cinta tanpa melanggar agama. Bukan kah kita tidak pernah bilang saling mencintai?

Baca Juga : Dear Calon Mertua, Izinkan Aku Berkelana Sebentar Sebelum Meminang Putrimu 


Bukan juga kita menyandang status pasangan kekasih? Karena menurut ajaran agama kita, pacaran itu seharusnya jangan dilakukan karena kelak jika tak bersama hanya akan menambah sakit dan kebencian.

"Dan sebagai ummat muslim  janganlah mendekati zina"

Tak terasa, suara adzan ashar pun sahut-menyahut, mengajak semua muslim untuk melepas kan kegitan dunianya, dan kita pun sama. Langsung menuju rumah Sang Ilahi, menunaikan kewajibana kita sebagai hamba.

Hanya Satu Pintaku, Jadilah Bagian dari Hidupku


Di akhir sujudku, aku selalu berdoa supaya kamu menjadi bagian hidupku selamanya, selama nafas ini masih bersatu dengan tubuhku. Kelak, aku ingin kamu menjadi ibu yang baik buat anak-anak kita. Hanya itu yang selalu kudoakan kepada Sang Khaliq.

Subscribe to receive free email updates:

Post a Comment