Teruntuk Dirimu yang Singgah Lalu Pergi

Sudah sekian lama aku tak pernah mendengar kabar darimu, terkadang terbesit rasa rindu dan ingin memulai kembali hubungan yang sudah kandas. Tapi, aku tahu daun yang sudah kering dan jatuh tidak akan mungkin kembali lagi, meski ditiup angin dengan sangat lembut.

Aku Tak Percaya, Saat Kau Mengungkapkan Kita Tak Bersama Lagi


Masih teringat jelas di ruang pikiranku kisah tentang pertemuan kita yang sederhana. Berawal dari sebuah toko buku di pojok ibukota dan kamu bercerita tentang hubungan yang mulai goyah. Hari demi hari berlalu, kita mulai merasa nyaman dengan apa yang kita bahas dan timbullah rasa ingin saling melengkapi.


Karaktermu yang begitu dingin dan tidak mau tahu kubalas dengan perhatian yang lebih. Begitu juga dengan dirimu, sifatku yang begitu ego dan kekanak-kanakan kamu timpali dengan rangkulan dan kasih sayang.

Dan ada masanya, dimana kita sudah tak sejalan lagi, dan ada masanya juga dimana perpisahan merupakan jalan terbaik.


Aku Berusaha Tegar, Meski Aku Tahu Bahwa Aku Adalah Pihak yang Ditinggalkan


Kadang aku masih bertanya dalam hati. Apakah masalah kita terlalu rumit? Tidak bisakah kita menyelesaikannya secara dewasa? Dan kenapa kamu harus mengakhirinya?

Jujur saja, pertanyaan itu masih berputar-putar di benakku tanpa arah, menghiasi hari-hariku ketika aku mulai tertidur bahkan ketika aku sedang sendiri.


Terimakasih Semuanya, Darimu Aku Belajar Pribadi yang Lebih Baik Lagi


Selang beberapa minggu, kamu mengabarkan bahwa beberapa pria mulai mendekatimu. Senang atau sedih, aku bingung harus bagaimana. Tetapi aku menjawabnya dengan kata "Syukurlah, semoga ada yang bisa menjadi kekasihmu"

Aku merasa iri dengan sifatmu yang cuek itu, sehingga kamu begitu mudah melupakan semua kenagan tentangku dan tentang kekasihmu yang lainnya. Sedangkan aku, aku masih butuh waktu untuk menata hati yang sudah kau robek, hati yang sudah kau lukai.


Dan Akhirnya, Aku Sudah Terbiasa dan Mulai Membuka Hati Baru


Berhenti menyalahkan diri sendiri, berhenti menyalahkan keadaan dan mengasihi diri sendiri itulah caraku untuk melupakanmu. Sahabat karibku dan keluargaku menjadi teman terbaik yang selalu mendukungku tanpa menyerah.

Subscribe to receive free email updates:

Post a Comment