Maafkan Aku Harus Pamit di Tengah Jalan

Cerita indah yang kita bangun dengan penuh air mata dan tawa, bergandengan tangan dikala cobaan menimpa dan berdoa supaya berlabuh pada dermaga suci penuh kebahagian agaknya harus terhenti sebelum sampai ditempat yang diharapkan.

Perahu yang kita dayung nampaknya tak mampu mengantarkan kita ke tujuan yang bernama kebahagian abadi. Retakan yang seharusnya sedari awal kita berangkat membesar saat sampai ditengah jalan.

Sumber Image : Besoksenin.com

" Menuding kesalahan ini ada padamu atau padaku bukanlah hal yang benar, karena ini memang salah kita"


Ribuan kilometer jalan yang sudah kita tempuh tak mampu untuk membuat kita tetap bertahan, mereka akan menjadi saksi bisu yang abadi. Serta puluhan ribu detik jam yang kita lewati terpaksa berhenti mengukir kisah-kasih kita.

Akhirnya, Kita Harus Berpisah di Tengah Jalan


Kemaren, aku memang terkagum atas cinta yang kau berikan. Keihklasanmu untuk menerima semua kekurangku membutaku semakin gila padamu. Kesetiaanmu membuatku ingin segera mengikat janji suci di hadapan Tuhan.


Sekali membuat kesalahan tak apa, dua kali membuat kesalahan masih kumaafkan tapi lima atau enam kali itu sebuah penghianatan.

Aku minta maaf jika menurutmu kesalahan terbesar ada padaku. Maafkan aku memutuskan untuk berhenti sejenak, menyimpang dari janji awal kita. Dan tidak bisa berjalan denganmu sampai tujuan. Izinkan aku untuk pamit di tengah jalan.

"Pun, kelak kita bertemu dipersimpangan jalan, Aku harap kamu sudah berubah"

Subscribe to receive free email updates:

Post a Comment