Maaf, Aku Tak Bisa Mencintaimu Lebih dari Sahabat

Masih terdengar samar-samar suara langkah kakimu. Perlahan tapi pasti, kamu mendekatiku dengan wajah sendu, bahkan mengalahkan sendunya langit di kala senja. Kamu langsung bersandar di bahuku yang sedang asyik maen game kesayanganku.

Satu menit, lima menit dan akhirnya satu jam. Kamu masih asyik bersandar tanpa bicara, dan aku hanya bisa diam seribu kata. Tak mau mengawali sapaan karena aku tahu kamu sedang terluka, mungkin luka yang sangat dalam yang tak ada penawarnya

 

Aku Kesepian Tanpa Dirinya Ucapmu Perlahan



Akhirnya bibir mungilmu berucap juga, aku kesepian tanpa dirinya. Aku sayang sama dia, tapi aku tahu dia sedang selingkuh bersama gadis lain dan kami pun bertengkar hebat katamu. Entah berapa kali kamu mengadukan kejadian yang sama, dan entah sampai kapan aku menjadi pelipur laramu itu.

" Jangan Kau Pergi Lagi, Aku Tak Mau Sendiri, Temani Aku Tuk Sebentar Saja, Agar Aku Tak Kesepian"

Aku mengambil ipod ku dan memasang headshet, lalu memilih playlist yang sering kita dengar bersama. Aku tahu dan pasti tahu seleramu, dan akhirnya kita pun terlelap.

Bagaimana Kalo Aku Putus Dengannya !!!!


Putus, setia atau selingkuh, itulah yang sering kamu tanyakan kepadaku. Aku sendiri tak tahu, kamu harus ngapain. Karena itu masalah hati dan cinta. Seandainya aku mendukungmu untuk putus, mungkin akulah lelaki yang kamu salahkan kelak jika kamu bahagia dengannya.

Baca Juga : Senja Terakhir Bersamamu 

 

Dan jika aku menyuruhmu untuk setia, itu juga sangat menyakitkan dan menyiksa dirimu. Apalagi untuk selingkuh, jangan lakukan itu. Karena kamu sudah tahu rasanya diselingkuhin.

Aku Putus Dengannya Tapi Aku Jadian Sama Kamu, Bagaimana?


Ahh, kenapa kau mnegucapkan kata itu? Kata yang paling aku takutkan seumur hidupku, membunuhku dalam diam dan menyiksaku. Duniaku serasa kiamat seketika, diam dan termenung. Aku tak tahu harus berbuat apa, tapi tak selayaknya kamu mengucapkannya.

Bukan Aku Tak Sayang, Tapi Masalah Hati Tak Bisa Main-main


Maafkanlah diriku ini teman, bukan niat hati tuk menyakitimu. Aku sudah nyaman dengan status kita yang sekarang sebagai sahabat. Berbagi suka dan duka, saling mendukung serta mendoakan untuk kebaikan masing-masing.

Bukankah itu lebih indah dibanding kita pacaran?


Subscribe to receive free email updates:

Post a Comment