Terimakasih, Sudah Mengizinkanku Masuk Dalam Hidupmu

Magelang, kota kecil seribu kenangan. Kota yang paling singkat aku tinggali namun menyimpan kenangan pahit dan manis di hidupku. Kota ini mengajariku mencintai tanpa harus memilki, berjuang dengan penuh doa serta hidup dalam perbedaan.

Sore itu, di salah satu pusat perbelanjaan di kota kecil yang mungil ini. Kau dan aku bertemu dan saling menyapa, lalu mengobrol santai gaya anak muda. Sama-sama sebagai pendatang baru di kota ini, tak banyak teman dan sahabat.

Sumber Image : Hipwee.com

Akhirnya kita pun mulai akrab dan sering saling menyapa, mulai dari sapaan yang manis semanis madu di pagi hari sampai dengan jogging bareng di pinggir sawah. Ya dipinggir sawah, sambil menikmati hijaunya padi serta kicauan burung-burung.

Ah, Magelang. Meski hanya empat bulan kau hadir dalam hidupku. Disinilah aku belajar hidup mandiri, bebas dari meminta uang jajan dari ayah.

Hijaunya Padi Menjadi Pemandangan yang Indah Bersamamu

 

Sebagai pendatang disini, akhirnya kita mulai dekat dan akrab. Minggu pagi, menjadi hari bahagia bagi kita, menikmati sang mentari bangun dari tidurnya. Menghirup udara segar bersama dan tak lupa menangkap belalang di pinggir sawah sambil istrahat.

Kita memang gila, gila terhadap kota ini. Kota yang menawarkan keindahan alam serta keramahtamahan penduduk. Dan akan menjadi kenangan terindah bagi kita.


Akhirnya Kita Mulai Saling Mencintai


Seiring berjalannya waktu, akhirnya kita mulai saling jatuh hati. Entah siapa yang memulai, tapi yang pasti status pacaran melekat pada kita. Pertemuan demi pertemuan kita lalui bersama, sejengkal demi sejengkal tanah di kota ini mulai kita telusuri.

Maaf, Aku Pergi Tak Kembali


Empat bulan kita lalui secara bersama, dan tibalah akhirnya cobaan mulai melanda kita. Aku terpaksa resingn dari kerjaan karena sesuatu hal. Dan akan segera hijrah ke Jakarta, Ibukota dengan seribu problema.

Dan akhirnya kita memutuskan untuk berpisah karena jarak dan waktu. Keputusan yang sulit, tetapi kita berjanji untuk saling komunikasi. Terimkasih banyak untukmu gadis yang pernah mengisi ruang hampaku selama di kota ini.

Meski hanya empat bulan, bagiku itu sangat berarti.

Subscribe to receive free email updates:

Post a Comment