Ketika Lisan Sudah Tidak Mampu Berucap, Inilah Surat Kecilku Untuk Sahabat

Sudah Lima Belas tahun berlalu, kamu pergi dan tak kembali lagi. Waktu itu, umur kita masih belasan tahun dan masih memakai seragam putih biru. Layaknya anak abg, banyak cita-cita yang saling kita ceritakan. Mulai dari lanjut ke SMA mana sampai ingin punyak anak berapa?

Konyol bukan? Bocah seumuran kita memikirkan hal-hal yang belum selayaknya. Bukankah kita seharusnya, bermain seharian setelah pulang sekolah? Entahlah, kenangan tentang dirimu masih membekas sampai sekarang. Dia cewek yang kamu taksir dan ingin menikah dengannya kini sudah menikah dengan pria lain.

Sumber Image : https://brodanang.files.wordpress.com
Kenapa kau tidak menepati janjimu? Janji masa kecil kita, janji yang sudah kita ukir bersama. Dimana kamu dan aku akan tetap menjadi sahabat sampai sudah menikah? Bukankah kita seharusnya mendidik anak-anak kita dan menjadikan mereka bersahabat juga seperti kita.

Itu semuan hanya sebuah kenangan, kini kau sudah berbahagia di alam sana. Kecelekaan itu menguburkan semua keinginanmu. Semoga kamu tenang di sisi-Nya. Dan maafkanlah diriku, tidak sempat mengantarkan kamu ke peristirahatan terakhir.

Sampai sekarang, kamu juga masih sering memasuki ruang mimpiku. Tak ada yang berbeda, hanya kita bersahabat di alam mimpi.

Subscribe to receive free email updates:

Post a Comment