Benarkah Tiga Kebohongan Ini di Bolehkan Dalam Islam?

Akhir-akhir ini, materi yang disampaikan oleh para pencaramah di masjid dekat kantor sangat menarik perhatian gue. Setelah lima hari yang lalu membahas tentang Tiga Penyebab yang dapat membuat hati menjadi keras . Dan sekarang membahas 3 kebohongan yang diperbolehkan dalam islam.

Gue sengaja mencatat point-point penting yang disampaikan oleh ustadz di handphone supaya gue bisa mengecek kebenaran materinya karena yang ada dalam pikirin gue, yang namanya berbohong itu tetap salah. Dan untuk menghilangkan rasa penasaran yang masih mengganjal di hati, akhirnya mbah google menjadi sumbernya.

Sumber : www.google.co.id/image
Dan ternyata, keraguan gue terjawab sudah. Bahwa berbohong dalam islam itu dibolehkan dalam tiga hal berikut sesuai dengan sabda Rasullah SAW. 

Berkata Ummu Kultsum radhiyallahu ‘anha, “Aku tidak pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan keringanan (rukhshah pada apa yang diucapkan oleh manusia (berdusta) kecuali dalam tiga perkara, yakni: perang, mendamaikan perseteruan/perselisihan di antara manusia, dan ucapan suami kepada istrinya, atau sebaliknya”.
 

1. Berbohong dalam rangka perang/ Mara Bahaya / Menyelamtkan nyawa orang lain. 

 
Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membonceng Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu di atas kendaraan beliau, maka jika ada seseorang yang bertanya kepada Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu tentang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di tengah perjalanan, beliau mengatakan, “Ini adalah seorang penunjuk jalanku”. Maka orang yang bertanya tersebut mengira bahwa jalan yang dimaksud adalah makna haqiqi, padahal yang dimaksud oleh Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu adalah jalan kebaikan (sabîlul khair)”. Semata-mata demi kemaslahatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari ancaman musuh-musuh beliau.” (HR. al-Bukhari)
 

2. Berbohong dalam rangka mendamaikan saudaranya

 
Disabdakan oleh Rasullualah SAW bahwa seseorang tidak akan dikatakan berdusta jika ia bertujuan mendamaikan manusia yang dalam perselisihan karena hal tersebut merupakan kebaikan. Hal ini sesua dengan sabda Nabi Muhammad SAW sebagai berikut :

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits Ummu Kultsum radhiyallahu ‘anha, sesungguhnya ia berkata, “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah dikatakan pendusta orang yang mendamaikan manusia (yang berseteru), melainkan apa yang dikata kan adalah kebaikan”. (Muttafaq ‘Alaih)
 

3. Berbohong dalam menyenangkan Istri


Berbohong dalam menyenangkan Istri / Suami jangan disalah artikan dulu. Nanti berbohong macam-macam juga.Contoh berbohong yang diperbolehkan untuk menyenangkan istri seperti ini.

Istri     : Abi, Ummi cantik gak pake baju ini?
Suami  : Ya Mi, cantik bangat, kamu adalah bidadari yang selalu mengisi hari-hari Abi.

Seperti itulah kira-kira contohnya.

Subscribe to receive free email updates:

Post a Comment