Berteman Dingin Menuju Puncak Merapi 2930 MDPL

Awalnya, saya hanya iseng merencakan traveling mendaki gunung. Karena sebelumnya saya tidak mempunyai pengalaman mendaki, terakhir kali hanya mendaki di Cikunir Dieng. Dan saya rasa itu, tidak membutuhkan perjuangan yang sangat ekstra.

Melalui sebuah postingan di Intagram "Kemana Kita". Akhirnya saya, Nurul dan Sukma memutuskan mengikuti trip tersebut dengan total biaya Rp. 500.000 ++ per orang. Biaya tersebut digunakan untuk menyewa semua perlengkapan, mulai dari Tenda, Jacket, Sepatu, Matras dan perlengkapan lainnya.

Gunung Merbabu Via Merapi

Sebagai informasi bagi sahabat, Kemana Kita adalah salah satu tour and travel yang ada di Instagram. Kami pun berjanji ketemu di Indomart pertigaan di Magelang Jam 13.00 WIB. Dan parahnya kita di jemput jam 15.30 WIB tapi kami masih bisa memakluminya.

Setelah ketemu dengan team Kemana Kita, akhirnya kita berangkat menuju Pos Selo, karena pendakian akan di mulai dari sana. Untuk menuju pos tersebut membutuhkan waktu kurang lebih 5 jam karena sangat macet.

Setelah sampai di New Selo, kita istrahat dan packing perlengkapan masing-masing dan jangan lupa untuk makan malam disini. Menunya sangat sederhana, hanya nasi telor tanpa sayur atau indomie.

Tetap gemuk walaupun kelaparan bahkan sampai muntah

Kami pun memulai pendakian di malam hari, kira-kira pukul 21.00 WIB. Dari gerbang New Selo untuk menuju Gerbang Pendakian cukup membuat ngos-mgosan dan keringat dingin. Angin malam dan kegelapan membuat suasana semakin hening. Hanya terdengar sesekali perbincangan antara para peserta. 

New Selo Menuju Gerbang Pendakian


Tapi jangan khawatir, Jalanan dari New Selo ke Gerbang Pendakian sangat baik dan menanjak continue tetapi tidak begitu parah dan akan melewati perkebunan warga sekitar di pinggir jalan.

Perjalanan pun dilanjutkan dengan team, tidak ada yang aneh dan janggal sampai disini. Kami pun melanjutkan pendakian menuju Pos 1.Dan disinilah mulai terjadi musibah di salah satu peserta, saya lupa namanya siapa. Dan akhirnya kita memutuskan membagi 2 team. Dan kami pun mengikuti team pertama.

Gerbang Pendakian Ke Pos I

Setelah istrahat sejenak, kami pun melanjutkan perjalanan. Hanya angin malam yang menemani perjalanan kami dan sesekali bertemu dengan pendaki lain. Trek menuju pos I berjarak sekitar 600 Meter dengan jalan yang cukup terjal tetapi masih mudah untuk di daki.

Samapi disini, kami masih bisa mengikuti alur para tour giude kami. Dan beberapa kali bertemu dengan pendaki lain yang memuji keberanian Nurul dan Sukma mendaki, apalagi setelah tahu bahwa Nurul dan Sukma dari Kalimantan. Bahkan ada yang ngajak kami bertiga untuk mendaki ke Kalimantan.

Pos I Menuju Pos II

 

Untuk menuju Pos II, jalur pendakian semakin susah dan terjal. Bahkan kami pun sudah terpisah dengan team "Kemana Kita". Saya, Nurul dan Sukma hanya bisa pasrah dan sesekali istrahat bahkan setiap 20 Menit kami selalu istrahat sambil menunggu pendaki lain.

Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 01.00 Dini hari, kami pun melanjutkan perjalanan dengan mengikuti pendaki lain karena memang tidak tahu jalan. Disinilah kami sangat kecewa terhadap pelayanan yang diberikan oleh tour guide.



Akhirnya, dengan tetap berjalan pelan-pelan ditemani oleh dinginnya malam serta teriakan-teriakan para pendaki lain. kami pun mencapai Pos II. Dan langsung saja mencari handphone untuk menelpon team tour guidenya karena kami tidak mungkin tidur tanpa Tenda.

Tapi, kekecewaan lagi yang kembali kami dapatkan. Tenda yang tersedia hanya 1 buah karena team 1 tidak tahu keberadaannya dimana. Dan akhirnya ceweklah yang tidur di dalam tenda, yaitu Sukma, Nurul dan 2 orang warga Jepang.

Pos II Menuju Pasar Bubrah

 

Tidak terasa sudah pagi, Nurul dan Sukma keluar dari Tenda untuk mencari spot yang baek untuk berfhoto. Sedangkan saya masih asyk malas-malasan karena udara yang sangat dingin. Perut sudah keroncongan dan sangat lapar, tapi kekecawaan juga lah yang kami dapatkan.

Ternyata, sampai pagi hari team 1 belum ketahuan keberadaannya. Dan akhirnya benar-benar kelaparan, untunglah masih ada persediaan coklat. Dan setelah diskusi dan akhirnya kami memutuskan melanjutkan perjalanan ke Pasar Bubrah tanpa di temani oleh pihak Kemana Kita.

Walaupun Kecewa, Eksis dulu. Butuh Perjuangan 7 jam buat sampai sini

Setelah puas dengan Pasar Bubrah, kami pun turun dan disinlah baru kami mendapatkan makanan Indomie. Dan setelah istrahat, kami melanjutkan perjalanan untuk turun.

Oh ya, sampai sekarang hanya sampai pasar bubrah yang di izinkan untuk para pendaki.

Saran Bagi Para Pendaki Pemula seperti Kami :

1. Jika menggunakan tour and travel atau pemandu wisata, pastikan mereka sudah terkenal dan bertanggungjawab jangan sampai seperti kami.
2. Pastikan membawa makan dan minuman yang cukup supaya tidak keleparan seperti kami. 
3. Untuk team Kemana Kita, pelayanannya mohon ditingkatkan supaya tidak membuat pelanggan kecewa

Menurut pendapat kami, pelayanan yang diberikan oleh kemana kita sangat minus karena :

1. Kami menunggu selama 3 Jam 30 Menit untuk dijemput
2. Kami tidak mendapat tenda di malam hari, khususnya cowok
3. Tidak mendapatkan makanan dan minuman sesuai dengan itin.
4. Terpisah dari team tanpa ada koordinasi dari toor leadernya. 

Korban-korban Kemana Kita, akhirnya ngetrip sendiri

Subscribe to receive free email updates:

Post a Comment