9 Wisata Halmahera Timur yang Membuatmu Tak Hilang Selera

Bulan Maret ini gue akan membahas tentang Pesona Maluku Utara. Gak tau kenapa, kenapa gue pengen bangat ngebahas tentang maluku, daripada ngebahas malumu kan. Gak lucu juga, hehe. Saatnya membahas tentang Halmahera Timur

Sekilas Tentang Halmahera Timur


Halmahare Timur merupakan salah satu kabupaten di Maluku Utara dengan Ibukota Haba. Kabupaten dengan luas 5.615 km2 dahulu merupakan basis perjuangan Sultan Nuku dari Kesultanan Tidore untuk melawan Belanda. Selain itu, pada zaman perang dunia II. Halmahera Timur merupakan basis Jepang sehingga sampai sekarang masih tersisa peninggalan dari Jepang disini.


Bagaimana dengan Wisata Halmahera Timur?


Sebagai daerah yang pernah di duduki oleh bangsa asing tentu saja peninggalannya masih bisa ditemukan disini. Tapi jangan khawatir sahabat, sebagai kepulauan. Halmahera Timur juga menawarkan berbagai wisata bahari dan wisata alam yang sangat menarik. Enggak percaya, coba simak wisata Halmahera Timur berikut yang akan membuatmu tak hilang selera.

Image By :Wisata Indonesia

1. Pulau Woto, Surganya Para Peselancar Mancanegara


Salah satu kelebihan yang dimiliki dari pulau ini adalah ombak yang sangat besar, yang menjadikannya incaran para peselancar dunia. Jadi disini sangat mudah menemukan turis yang sedang berselencar. Pulau yang tidak berpenghuni ini juga memilki hamparan pasir putih yang sangat menawan. Dan pulai ini juga sering disebut sebagai Pulau Otto.

2. Mengintip Bidadari di Air Terjun Tiga Bidadari


Air terjun ini berada di Desa Daka Ino, Kecamatan Wasile Timur. Untuk menuju ke air terjun ini kamu bisa menggunakan kenderaan roda dua atau empat dan jaraknya sekitar 45 Kilometer dari bandara Buli. Dan jika kamu takut kesasar, ada baiknya menggunakan google map dan bertanya kepada penduduk setempat.

Air terjun dengan ketinggian 100 meter ini terdiri dari bebatuan kapur dan berdiamter sekitar 8 meter. Jadi kamu bisa mandi sepuasnya dan menjelajahi air terjun ini sejengkal demi sejengkal. Selain itu, konon katanya air terjun ini disebut sebagai Air Terjun Bidadari karena ada sesosok wanita cantik dan berambut panjang yang sedang mandi dan menurut kepercayaan orang setempat, wanita tersebut berasal dari khayangan atau yang sering disebut sebagai Bidadari.

3. Diving di Pulau Plum Nan Kaya Alam Bawah Laut


Pulau Plum atau sering juga disebut pulau Plun memiliki hamparan putih yang halus serta luas dan bisa dijadikan untuk bermain olahraga seperti volly pantai, sepak bola atau hanya sekedar bermain pasir di bibir pantai. Dan bagi kamu yang hoby memancing, disini juga kamu bisa memancing karena beragam ikan akan sangat mudah kamu dapatkan seperti Ikan Kerapu, Tenggiri, Barakuda dan lainnya.


Pulau dengan luas 19,27 Hektare ini memiliki alam bawah laut yang sangat mempesona. Jadi Pulau Plum juga merupakan surganya untuk diving dan snorkling. Taman lautnya juga masih sangat terjaga dan tidak dirusak oleh tangan-tangan yang tidak bertangggungjawab.

4. Menjelajahi Taman Nasional Akatajawe Lolobata


Taman Nasional Akatajawe Lolobata merupakan taman yang diresmikan pada tahun 2004 dengan luas 167.300 hektare yang terletak di Halmahera Timur, Maluku Utara. Berbagai macam flora dan fauna dapat kamu temukan disini. Tentunya, taman ini sangat menarik bagi para pecinta alam dan petualang karena disini menawarkan wisata yang lengkap.

Salah satu hewan endemik di taman ini adalah burung bidadari yang selalu menjadi daya tarik Taman Nasional ini. Tapi sebenarnya berbagai macam burung, jenis-jenis tumbuhan, dan ada 33 mamalian yang ada di sini. Dan disini juga terdapat aliran sungai yang dihuni oleh ikan, udang dan hewan air lainnya.

5. Menaiki Batu Babua yang Mirip dengan Candi


Masih berada di dikawasan Taman Nasioanal Akatajawe, Batu dengan ketinggian 100 meter dan menjulang ke langit sangat unik karena tampak seperti candi dan berbentuk kerucut. Menurut kepercayaan warga setempat, batu ini juga sangat sakral karena tumbuh seperti pohon sehingga disebut "Babua".

Jika kamu berminat untuk mengunjungi batu ini, dapat ditempuh dengan perjalanan menggunkaan kenderaan bermotor selama 3 jam dan dilanjutkan trekking selama 6 jam. Penuh tantangan bukan? Kapan kamu akan menaklukkan tantangan ini sahabat?

6. Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan Tarian Coka Iba


Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW memang selalu dirayakan oleh ummat muslim di Indonesia. Berbagai macam cara untuk merayakannya, seperti ketika saya kecil. Ketika malam Maulid akan ada pengajian dan ceramah dengan mengundang Ustadz yang sudah terkemuka di kota saya. 


Lain halnya di Halmahera Timur, dalam memperingati maulid Nabi Muhammad SAW ada kebiasaan yang cukup unik yaitu Tari Cari Coka iba. Oka iba merupakan tarian yang penuh daya magis dan mistis dan dimainkan oleh sepasang jantan dan betina, karena pada prinsipnya tarian ini merupakan tarian dari replika makhluk-makhluk halus di bumi yang diwujudkan dengan topeng-topeng yang mengerikan.

7. Menyaksikan Kejayaan Jepang Lewat Meriam & Bunkernya


Sebagai daerah yang pernah disinggahi jepang, salah satu tempat bersejarah yang ditinggalkannya adalah Meriam dan Bunker. Meriam dan Bunker ini merupakan peninggalan ketika terjadi perang dunia II dan lokasinya berada di Desa Hatatebako, Kecamatan Wasile Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara.

Disini kamu dapat menjumpai bunker dengan 20 pintu yang menjadi persembunyia tentara jepang. Dan kamu juga dapat melihat moncong meriam yang sudah rusak serta berbagai macam peralatan perang lainnya.

8. Belajar Kearifan dari Suku Togutil


Bagi masayarakat Modern dan hidup di kota Metropolitan mungkin hidup di hutan dan berpindah-pindah merupakan suatu kegiatan yang tidak bisa dilakukan. Saya juga berpikiran seperti itu, tetapi tidak dengan Suku Togutil. Jauh dari Modernisasi dan hidup berpindah-pindah menjadi pilihan mereka. 

Apapaun alasan mereka hidup di Hutan, kita ambil positifnya saja dan jangan mengganggu mereka. karena mereka lah yang melestarikan hutan kita tanpa pamrih dan publikasi. Jadi kita dapat belajar dari mereka dengan cara tidak merusak hutan.

Kehidupan Mereka sangat bersahaja. Mereka hidup daru memukul sagu, berburu babi dan rusa, mencari ikan di sungai-sungai dan berkebun. Berbagai macam buah dan sayuran ditanami dikebun mereka seperti pisang, ketela, ubi jalar, pepaya dan tebu.

9. Menyapa Sunset di Pantai Tapalo


Pantai memang masih menjadi andalan wisata di Halamahera Timur, salah satu pantai yang harus kamu kunjungi adalah Pantai Tapalo. Pantai in terletak di pulau tak berpenghuni di depan desa Gotowasi Kecamatan Maba Selatan.

Pantai ini menawarkan pasir putih yang luas dan panjang serta ditumbuhi Pohon Cemara di pinggir pantai. Sebaiknya kamu bisa kesini disore hari untuk menikmati sunset bersama sahabat atau orang tercinta tentu menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Subscribe to receive free email updates:

Post a Comment