8 Wisata Tidore Yang Membuat Liburanmu Tanpa Tidur

Sahabat, Bagaimana kabar kalian? Baik kan? Jika kabar kalian baik, berarti sama dengan saya. Saya sendiri sebenarnya kurang baik dalam hal traveling, karena lagi low budget dan kebetulan tidak ada tanggal merah yang berjajar rapi di kalender (sebenarnya pengen buat kalender sendiri, biar banyak tanggal merah, hahaha). Jadi saya diwaktu luang dan tidak ada kerjaan di kantor. Saya selalu menghabiskan waktu browsing dan membuat artikel (jangan ditiru ya, kebiasaan gak baik). Kali ini saya akan membahas tentang Wisata Tidore.

Sekilas Tentang Kota Tidore


Kota Tidore merupakan salah satu kota di Maluku Utara. Kota dengan luas wilayah 9.564,7 kilometer persegi ini sudah terkenal sejak zaman dahulu karena komoditas rempah-rempahnya yaitu Cengkeh dan Pala. Kota yang pernah diperebutkan oleh bangsa Eropa dan Belanda ini sekarang di bagi menjadi tujuh kecamatan secara adaministratif. Kecamatan tersebut adalah Oba, Oba Selatan, Oba Tengah, Oba Utara, Tidore, Tidore Selatan dan Tidore Utara.

Intip Yuk Tempat Wisata Menarik di Tidore


Sebagai kepulauan dan bekas peninggalan bangsa Eropa, tentu saja membuat Tidore layak dikunjungi karena pesonanya dijamin bisa membuat kamu tak mau tidur berlama-lama ketika mengunjungi kota ini. Di sini kamu dengan mudah menemukan berbagai lokasi wisata, mulai dari wisata bahari, kuliner dan sejarah. Gak Percaya sahabat, yuk intip wisatanya.


1. Mengintip Gambar di Pecahan Seribu Rupiah lewat Pulau Maitara


Kamu sudah pasti tahu ada gambar pulau nan indah beserta sebuah perahu dipecahan uang pecahan Rp. 1.000. Banyak wisatawan yang sudah berkunjung karena penasaran dengan lokasi tersebut. Namanya Pulau Maitara. Pulau ini berada di dekat pulau Tidore, kurang lebih 20 menit jika menaiki speedboard.


Tidak hanya view uang pecahan seribu rupiah, Disini juga kamu akan ditawarkan dengan keindahan bawah lautnya seperti ikan memo warna merah. Bukan hanya view bawah lautnya yang harus kamu abadikan. Pantai pasir putih serta birunya laut menjadikan pulau ini sebagai objek wisata yang harus dikunjungi di Tidore.

2. Menjajal Negeri di Atas Awan di Puncak Gunung Kie Matubu (Tidore)


Kie Matubu atau yang sering disebut sebagai Gunung Tidore merupakan gunung tertinggi di Maluku Utara. Dengan ketinggian 1730 mdpl diatas permukaan laut, dipuncak gunung ini anda akan disuguhkan dengan pemandangan yang luar biasa serta dapat membayar lelah selama pendakian.

Sumber Image : http://ilhamarch.blogspot.co.id
Dari atas puncak gunung ini. Kamu akan disguhukan beberapa pemandangan view pulau yang sangat mempesona seperti Pulau Ternate, Matiara, Hiri, Halmahera, Mare, Moti, Makian dan masih banyak lagi. Bukan hanya itu, dari puncak gunung ini juga kamu bisa melihat kota Tidore. Sebagia informasi bagi sahabat, berikut ini merupakan pengalaman pendakian sahabat kita ketika mengunjungi Gunung ini. Baca Selengkapnya.

3. Menjelajahi Jejak Portugis di Benteng Tore dan Tohula


Berwisata di Tidore memang tak lepas dari portugis karena portugis memang pernah menguasai daerah ini karena kekayaan rempah-rempahnya. Salah satu saksi bisu yang masih ada sampai sekarang adalah Benteng Tore dan Tohula. Benteng ini memang berdekatan dan berada di dekat kota Saosi atau sekitar 30 mneit dari Pelabuhan Rum.

Baca Juga : 3 Festival Maluku Utara yang Membuatmu Menyimpan Rasa Malu


Dari Benteng ini, kamu bisa melihat keindahan laut yang memisahkan Pulau Tidore dan Halmahare serta kota Saosi yang dibagun oleh Sebastiano De Elaco seorang pelaut spanyol. Menikmati sunsrise di pagi hari juga merupakan suatu view yang harus kamu coba. 

Selain itu, Kamu bisa melihat Kota Tidore dari ketinggian. Sampai sekarang, benteng ini tidak diketahui kapan persis dibangunnya. Tapi yang jelas, konon benteng ini didirikan untuk melihat kapa-kapal yang akan menyerang markas Portugis pada saat itu.

4. Istirahat Sejenak di Air Terjun Goheba


Memang Air Terjun selalu dapat menenangkan pikiran yang sedang kacau balua atau hanya sekedar untuk melupakan semua kejadian yang sangat menguras pikiran atau apapun alasan kamu, air terjun memang menjadi salah satu tempat favorit dan anti mainstream. Jika Berkunjung ke Tidore maka kamu harus mengujungi Air Terjun Goheba.


Air Terjun Goheba berada di daerah puncak, Keluarahan Kalaodi, Kecamatan Tidore. Air terjun ini berada dalam satu aluran sungai yang dikelilingi bebatuan yang indah serta pepohonan nan hijau. Kicauan burung khas hutan akan menambah dan melengkapi kebahagian kamu di sini. Dan tentunya, satu hal yang tidak boleh kamu lupakan, ayo basah-basahan disini. Dinginnya air khas pegunungan nan jernih membuat pikiran kamu semakin jernih.

5. Berkunjung ke Rumah Lumba-Lumba di Pulau Mare


Jika ingin melihat lumba-lumba sangat banyak lokasi wisata yang menyediakannya seperti Teluk Kiluan di Lampung dan Pulua Tunda di Banten. Tapi jika kamu terlalu jauh untuk mengunjungi lokasi tersebut karena kamu berdomisili di Maluku. Kabar gembira bagi kamu, melipirlah langsung ke Pulau Mare yang tersohor dengan lumba-lumbanya.

Waktu terbaik untuk melihat atraksi tersebut adalah sekitar jam 6 WIT karena pada saat itu biasanya lumba-lumba baru bangun dan bersiap untuk melakukan aktivitas dan menari kesana-kemari. Selain itu, di sore hari juga jam terbaik untuk melihat atraski mereka, tepatnya sekitar pukul 18.00 WIT.

6. Bermain Pasir di Pantai Cobo


Pantai coba merupakan salah satu pantai yang harsu kamu kunjungi jika ke Tidore. Pantai yang berada di Teluk Cobo ini menawarkan pasir putih dan laut biru yang jernih serta jejeran bukit-bukit yang hijau dengan hutan produktif.

Sumber Image : Altaransaltaran

Hal yang sangat menarik dan harus kamu lakukan jika mengunjungi pantai ini adalah mengintip keindahan sang mentari terbit atau tenggelam dengan malu-malu yang dapat terlihat dengan jelas di pantai ini. Selain itu, aktivitas nelayan juga menjadi pesona tersendiri bagi pantai ini.

7. Belajar Kearifan Lokal dari Desa Guru Bunga


Gura Bunga dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai Taman Bunga merupakan salah satu desa yang wajib dikunjung di Tidore. Gura Bungan merupakan sebuah kelurahan yang berada di lereng gunung Kie Matabu dengan ketinggian 1.730 Meter. Desa ini diwarnai beberapa bunga dipekarangan setiap rumah warganya yang menjadikannya sebagai Desa Gura Bunga.

Selain indah dan sejuk, Keharmonisan masyarakatnya menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Berbagai latar belakang agama dan budaya yang di usung mereka tidak menjadikan kendala untuk saling menghargai dan tetap hidup dalam keharmonisan. Dan yang paling istimewa di desa ini adalah Rumah Adat para Sawohi.

Rumah adat di Desa ini berjumlah enam buah yang dihuni oleh enam orang sawohi. Umur dari rumah tersebut sudah berusia ratusan tahun yang disebut dengan rumah Puji. Para Sawohi sendiri merupakan perwakilan dari beberapa marga, yaitu Toduho, Tosufu Malamo, Fola Sowohi, Mahifa dan Tosufu. Sowohi tersebut mempresentasikan pemerintahan gelap dimana kesultanan Ternate adalah representasu dari pemerintahan terangnya.

8. Mandi Air Panas di Tepi Pantai Ake Sahu


Pemandian air panas di kolam atau gunung sudah biasa. Apa jadinya jika air panas ada di tepi pantai. Unik bukan? Apakah sensasinya sama dengan mandi air panas di Kolam atau Gunung? Penasaran sensasinya, ayuk mandi bareng di Ake Sahu.

Pantai Ake Sahu tidak jauh dari pelabuhan Rum atau sekitar 30 menit jika menggunakan kenderaan pribadi. Tidak banyak yang bisa kamu lakukan di pantai ini. Bermain pasir, menikmati sunruse dan sunsed atau sekedar bersantai di pantai ini. Tapi yang pasti, kamu harus mandi di Air Panas Pantai Eke Sahu.

Subscribe to receive free email updates:

Post a Comment