Tiga Hari Yang Luar Biasa di Batam Bersama Sahabat

Sebagai karyawan swasta dan yang hobby traveling, tanggal merah dalam satu tahun sudah direncanakan akan menjelajahi kota mana di Indoesia. Dalam menentukan kota tujuan saya harus mempertimbangkan beberapa faktor, seperti biaya tiket, baik tiket pesawat maupun kereta, biaya penginapan dan tentunnya lokasi mana yang akan di kunjungi.

Akhir tahun Desember 2015, saya memutuskan untuk menjelajahi kota batam selama tiga hari dan satu hari traveling di Singapura. Alhasil saya sangat merasa puas, mungkin inilah kota yang paling lama saya kunjungi selain Bali. 

Saya berangkat dari Jakarta pada tanggal 25 Desember 2015 jam 6.15 dan sampai di Bandara Udara International Hang Nadim jam 8.30. Setelah saya keluar dari pintu kedatangan saya langsung whatsapp dan bbm sahabat saya yang akan menemani tour saya dan telah menyiapkan paket liburan ke singapura juga. Dia adalah Dayu Swispa Pamantau.

Baca juga Melongok Wisata di Batam


Icon Kota Batam

Kami mengobrol bentar dan langsung menuju parkiran. Perjalanan kami lanjutkan menuju kosan dia karena dia memang kerja di Batam. Kurang lebih 30 Menit kami pun sampai di Kosannya dan langsung istirahat. Berhubung hari itu haru jumat, jadi kami memutuskan untuk menjelajahi kota batam setelah shalat Jumat.

Setelah selesai shalat Jumat, kami pun mulai menjelajahi kota Batam. Berikut lokasi yang saya kunjungi di Batam bersama sahabat saya Dayu Swispa Pamantau.

Hari Pertama : 25 Desember 2015.


1. Lunch at Mall Nagayo Hill


Berhubung kami belum makan siang, kami memutuskan untuk makan siang dulu. Untuk makan siangnya kami memtuskan untuk mengunjungi mall yaitu Mall Nagayo Hill. Mall ini merupakan salah satu mall terbesar di Batam dan lengkap yang berada di jalan Teuku Umar Batam. Di dalam mall kamu dengan mudah melihat pengunjung dari mancanegara seperti singapura, malasyia dan india.

Kami pun memasuki salah satu resto yang halal, yang menjual ayam dan seafood khas jawa karena saya sendiri takut mencoba makanan yang di jual oleh restoran asing karena saya takut tidak halal, karena sebelumnya pernah mempunyai pengalaman makan di restoran taiwan di Central Park dan ternyata yang dijual adalah makanan yang tidak halal.

Kami menghabiskan waktu kurang lebih 2 jam di mall ini. Setelah selesai makan siang dan melihat berbagai koleksi di mall. Kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. 

Biaya makan siang Rp. 75.000,-
Parkir Rp. 3.000,-


2. Shalat Ashar di Masjid Jabal Arafah, Tempat terbaik melihat kota Batam


Sebagai seorang ummat muslim, saya selalu mengusahakan sholat lima waktu walaupun sampai sekarang kadang-kadang masih meninggalkan sholat. Tapi sebagai ummat muslim kita harus selalu berusaha untuk menjadi manusia lebih baik. 

Masjid ini terletak di Jalan Imam Bondjol, nagayo Pulau Batam yang didirikan oleh Bapak Asman salah satu politis di kota Batam. Kebetulan kami sampai disini sekitar jam 2.45. Jadi kami memutuskan untuk menaiki menara masjid jabal arafah. Menara dengan ketinggian 60 meter ini merupakan salah satu lokasi terbaik untuk melihat kota batam.

Menara Masjid Arafah

Dari puncak menara masjid, kamu bisa melihat pemandangan yang luar biasa yaitu lanscape kota batam. Selain kota batam, dari sini juga kita bisa melihat keindahan gedung-gedung berbintang di singapura. Puas melihat kota batam dan singapura, tak terasa azan pun berkumandang menandakan sholat ashar.

Kami pun turub dari menara masjid dengan menggunakan lift. Dan langsung menunu tempat wudhu dan kemudian shalat berjamah. Masjid jabal arafah sangat indah dan megah. Selain mempunyai menara yang tinggi membuat istimewa masjid ini, semua fasilitas yang ada di masjid juga free seperti parkir, Menamabah wawasan di perpustakaan masjid dan penitipan sepatu.

Biaya tiket masuk menara masjid Rp. 5.000,- per orang


3. Mengintip Keindahan bunga sakura di Batamindo


Jika kamu penggemar bunga sakura, tak perlu jauh-jauh ke jepang atau korea untuk melihat keindahan bunga sakura, cukup berkunjung di komplek Batam Indo, tepatnya di depan halaman masjid Nurul Islam, Muka Kuning, Batam. Tapi sayangnya saya tidak bisa melihat bunga sakura yang sedang berbunga karena menurut informasi dari sahabat saya, bunga sakura bersemi antara bulan maret dampai dengan mei.

Sebenarnya tujuan utama kami kesini adalah melihat komplek perusahaan-perusahaan yang ada di batam. Kompleknya sangat rapi dan bersih tidak seperti yang ada di Pulogadung, Jakarta. Dan kebetulan sahabat saya sering main basket disini, jadi dia sekalian menunjukkan tempat olahraga favoritnya.

Biaya : Free


4. Pasific Hotel, Hotel unik berbentuk Kapal Pesiar


Jika selama ini kamu hanya melihat pasar pesial hanya melalui flim-flim atau pun gambar di google. Kali ini kamu harus mengunjungi hotel unik berbentuk kapal pesiar. Walaupun sdekarang hotelnya sudah tidak terawat dengan baik, tetapi hotel ini wajib kamu kunjungi.

Hotel berbentuk kapal pesiar berada di Jalan Duyung Sei Jodoh, Kepulaun Riau. Kami menghabiskan waktu sekitar 15 Menit disini.

Biaya : Free


5. Menyapa Sunset di Pantai Ocarina


Menikmati sunset merupakan suatu keharusan jika mengunjungi sebuah pantai, karena tidak perlu perjuangan untuk melihat sunset nan indah. Salah satu lokasi terbaik untuk melihat sunset di pusat kota batam adalah pantai ocarina.

Pantai ocarina merupakan kawasan wisata pantai yang diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2009 yang berada di lahan seluas 40 Hektare. Pantai ini sangat mirip dengan ancol dan dufan di jakarta. 

Pantai ocarina sangat lengkap dan mewah, di pantai ini kamu akan menemukan patung-patung shio-shio berjumlah 12 sesuai dengan shio yang ada. Wahananya juga sangat lengkap seperti Giant Wheel, Trampolin, Sepeda Air, Water boom tetapi setiap wahana harus membayar tiket dulu.

Di sini juga ada kampung indonesia yaitu tempat makan yang menawarkan makanan khas indonesia. Kami menghabiskan waktu disini sampai jam 7 an. Setelah sholat magrib, kami melanjutkan perjalanan pulang. Dalam perjalanan pulang kami juga menyempatkan makan nasi goreng di pinggir jalan.

Biaya tiket Masuk Ocarina : Rp. 20.000,-
Parkir Motor Rp. 3.000,-

Hari ke 2, 26 Desember 2015


1. Menelusuri Keberadaan Manusia Perahu di Kampung Vietnam


Berhubung kami begadang sampai malam, jadi kami pun bangun kesianagan. Ditambah lagi suasana pagi yang kurang bersahabat yaitu sangat panas. Akhirnya kami memutuskan untuk memulai perjalanan kurang lebih jam 10 pagi.

Setelah sarapan pagi di rumah makan padang, kami pun melanjutkan perjalanan menuju kampung vietnam. Untuk menuju kampung vietnam diperlukan 2,5 jam dengan kecepatan 80 Km/Jam menggunakan motor. Tapi waktu tidak berasa begitu lama, karena selama dalam perjalanan tidak macet dan bisa melihat keindahan jembatan barelang.

Kami pun sampai di kampung vietnam kurang lebih setengah 1 siang, dan mulai menelusuri kampung vietnam ini. Hal yang pertama kami kunjungi adalah rumah-rumah warga vietnam dan museumnya. Kami pun membaca sejarah dan melihat peninggalan-peninggalannya seperti peralatan memasak dan makan, peralatan kantor serta melihat-melihat koleksi-koleksi lukisan si Manusia Perahu.


Puas dengan koleksi museum, kami melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki ke arah perahu yang digunakan warga vietnam. Jumlah perahunya ada 2 buah tetapi sekarang sudah diperbaiki dan bukan yang asli lagi. 

Setelah selesai dengan museum dan perahunya, kami pun melaksanakan shalat dzuhur dan melanjutkan menelusuri sudut-sudut kampung vietnam. Di mulai dari komplek peribadatan umat budha dan kristiani. Sebuah gereja tua dan beberapa patung-patung bunda maria akan menjadi objek yang bagus untuk di abadikan.

Disamping gereja terdapat sebuah vihara yang sangat indah dan lengkap. Bau dupa dan suara musik membuat suasana akan semakin syahdu. Diini juga kita dapat menemukan berbagai bentuk dan ukuran patung budha. Mulai dari posisi tidur, Meditating dan laughing.

Selanjutnya, kami mengunjungi vihara yang ada di atas bukit yang masih di komplek kampung vietnam. Selama perjalanan menuju vihara ini mata akan dimanjakan oleh monyet-monyet lucu serta kuburan umat kristiani, budha dan muslim. 

Dari atas vihara yang ada di bukit, mata akan dimanjakan oleh pemandangan ciptaan tuhan yang sangat luar biasa. Sejauh mata memandang, akan ada pepohonan yang hijau serta laut yang biru. Kami menghabiskan waktu di kampung vietnam sampai jam 3.30.

Biaya tiket Masuk : Rp. 5.000 Per orang
Parkir Rp. 3.000


Setelah puas dengan kampung vietnam, perjalanan kami lanjutkan untuk menuju pantai mirota. Tapi sebelum sampai di pantai mirota, kami beristirahat sejenak sambil berselfie ria di jembatan Barelang V. 


Setelah puas dengan kampung vietnam, kami pun melanjutkan perjalanan pulang. Tetapi dalam perjalanan pulang sangat banyak pantai, jadi kami memilih salah satu pantai yaitu pantai Mirota. Pantai ini 1 KM masuk ke dalam dari pinggir jalan raya. 

Mungkin pantai Mirota masih sangat asing bagi penduduk di luar batam karena di googling juga tidaj banyak yang mengulas pantai ini, Tapi saya sangat merekomendasikan pantai ini buat kamu pecinta pantai. Pantai ini tak jauh dari jembatan Barelang V, tepatnya di Galang. Mirota akan memberikan pesona yang sangat luar biasa bagi kami yang mengunjunginya karena hamparan pasir putih.

Pantai Mirota Batam

Ketika berkunjung kesini, kebetulan lagi ada fhoto preweding. Mungkin pantai ini sering dijadikan sebagai tempat fhoto prewedding. Kami pun menunggu sore di pantai ini dan menanti sunset akan menyapa kami.

Dan benar saja, sunset di pantai ini sangat indah dan mempesona. Jadi banyak keuntungan yang kami dapat ketika mengunjungi pantai ini. Kami menghabiskan waktu kurang lebih 2 jam disini.

Biaya tiket Masuk Rp. 10.000 per orang
Perkir motor Rp. 3.000

4. Menikmati Dinginnya Jembatan Barelang si Icon Batam


Jam menunjukkan pukul 18:20, kami malanjutkan perjalanan pulang, tetapi dalam perjalanan kami melewati jembatan barelang. Dan kami pun berlama-lama di jembatan ini untuk sekedar menikmati malam di atas jembatan.

Jembatan barelang sangat ramai di malam hari, banyak penjual makanan dan minuman keliling. Jadi kamu bisa menikmatinya.


5. Lomba tahan pedas di Lesehan


Saya lupa nama lesehannya, tapi lesehan ini sangat ramai karena memang sudah terkenal sebagai tempat nongkrong anak muda. Menu favoritnya dan khasnya adalah makanan yang berbau sambel pedas. Dan kontan saja saya dan sahabat saya lomba makan pedas. Siapa yang paling tahan dan kuat.

Lesehan ini menawarkan seafood, ayam dan ikan tawar lainnya. Selain itu, musisi jalanan juga menambah keasikan nongkrong di tempat ini. Kami disini sampai jam 10 malam.

Biaya makan dan minum Rp. 60.000,-

Hari Ke Tiga : 27 Desember 2015

Saya dan sahabat saya jalan-jalan ke singapura

Hari Ke empat : 28 Desember 2015

Langsung menuju bandara dan say good bye batam.

Subscribe to receive free email updates:

Post a Comment