Cadas Gantung, Tebing Kraton Versi Majalengka

Sobat, Kamu pasti sudah tak asing lagi dengan Tebing Kraton di Bandung. Tebing kraton merupakan sebuah tebing yang berada di dalam kawasan Taman Hutan Raya Ir Juanda tepatnya dikampung Ciharegem Puncak, Desa Ciburial, Bandung, Jawa Barat, Indonesia.

Tak berbeda dengan bandung yang menyimpan sejuta pesona wisata. Majalengka tak mau kalah memberikan sensasi tersendiri bagi pengunjungnya. Di Majalengka sangat mudah menemukan wisata nan indah dan memukau. Sebut saja Pohon Jomblo, Danau Toska dan puluhan curugnya.

Saya sendiri baru pertama kali ke Majalengka, memang mengelilingi majalengka itu tak cukup empat hari karena sangat banyak yang harus dikunjungi sobat. Selain wisatanya yang menawan, orang-orangnya juga sangat ramah. Saya sendiri lumayan banyak teman orang majalengka dan bahkan sudah seperti saudara sendiri.

http://mandiriransel.blogspot.co.id/2016/02/cadas-gantung-tebing-kraton-versi.html
Sumber : Agan Priyatna
Jika kamu seorang yang suka dengan tantangan dan mempunyai adrenalin yang tinggi, cobalah mengunjungi Cadas Gantung. Cadas Gantung berada di desa Mirat Leuwimunding Majalengka. Keistimewaan dari cadas ini adalah view yang sangat indah dari atas sepanjang mata memandang.

Tapi, perjuanangan untuk menuju ke cadas gantung sangat melelahkan, track yang sangat sulit dan beralaskan tanah dan bebatuan serta lumayan licin. Tapi sepanjang perjalan kamu tidak akan bosan karena view sekitarnya yang sangat menawan membuat perjalanan sangat menyenangkan.

Special thanks to Agun Priyatna yang telah mengizinkan status dan fhotonya untuk di muat di blog ini.

Seram, Mitos Tentang Desa Mirat !!!


Ternyata di balik keindahan desa mirat yang menyimpan pesona nan tiada tara, masih ada juga yang berbau mitos. Apakah kamu pernah mendengar mitos tentang Desa Mirat? Jika belum pernah, simak yuk cerita berikut ini.

Konon katanya, desa ini dihuni oleh berbagai makhluk halus dan ada gunung yang tidak jauh dari desa ini namanya gunung guci yang menjadi tempat mencari kekayaan dengan cara pesugihan. Selain itu, Desa Mirat diambil dari nama salah satu orang sakti yang sangat terkenal kesaktiannya.

Dikisahkan, disutau masa hiduplah sepaasang suami istri Ki Buyut Yuba dan Nyi Gedeng Parung Jaya (Nama Parung Jaya sekarang ini dipakai menjadi nama pengganti Desa Mirat setelah diadakan pengembanagan). Daru pernikahan mereka lahirlah anak kembar, yang satu perempuan diberi nama Nyi Mirah dan satunya lagi laki-laki diberi nama Ki Mirat. Ki Mirat inilah yang kemudian menjadi nama desa setempat, karena konon semasa hidupnya ia sangat sakti mandraguna.

Untuk cerita selengkapnya, kamu dapat baca Selengkapnya.

Subscribe to receive free email updates: