Wao, Kain Tenun Ini Lambang Strata Sosial

Indonesia memang sangat kaya bro, mungkin hanya Indonesia yang mempunyai beberapa bahasa daerah, suku bangsa dan adat-istiadat yang masih dilestraikan sampai sekarang. Berbicara masalah budaya, tak akan ada habisnya. Mulai dari sabang sampai merauke, semuanya punya budaya dan adat-istiadat masing-masing.

Jika kamu mengunjungi Nusa Tenggara Timur. Kamu harus beli salah satu identitasnya sebagai bukti jika kamu sudah pernah berkujung. Namanya Kain Tenun. 

Kain tenun di NTT sangat beragam dan unik karena setiam masing-masing suku/etnis memiliki kreasi kain tenun sesuai dengan adat, budaya, dan kesenian mereka. Hal ini bisa dilihat dari corak hias atau motif tenunannanya. Kain tenun ini dapat menampilkan berbagai tokoh mitos, tumbuhan, dan motif abstrak yang dijiwai dari penghayatan alam semesta.

http://mandiriransel.blogspot.co.id/2016/01/wao-kain-tenun-ini-lambang-strata-sosial.html

Kain tenun yang dikembangkan oleh setiap suku di NTT ini merupakan seni kerajinan tangan yang diajarkan secara turun-temurun kepada anak-cucu mereka. Kain tenun  ini secara adat dan budaya memiliki banyak fungsi, antara lain sebagai busana sehari-hari, busana untuk tarian atau upacara adat, sebagai mas kawin, alat penghargaan dalam upcara kematian, alat pembayaranan denda adat, alat tukar, perlambanga strata sosial seseorang, alat penghargaan kepada tamu sampai alat menolak bencana.

Dalam masyarakat NTT, kain tenun dianggap sebagai harta kekayaan yang bernilai tinggi karena kain ini pembuatannya sangat sulit dan membutuhkan waktu lama.

Fungsi Kain Tenun NTT


Kain adat mempunyai banyak fungsi penggunaannya di masyarakat, meski tiap daerah ada penggunaan khusus di tiap suku, namun secara umum berikut fungsi dari kain tenun:
1. Sebagai busana untuk penggunaan sehari-hari dan menutupi badan
2. Sebagai busana dalam tari adat dan upacara adat
3. Sebagai mahar dalam perkawinan dalam basaha daerah disebut sebagai belis nikah
4. Sebagai penunjuk status sosial
5. Sebagai alat untuk membayar hukuman jika terjadi ketidakseimbangan
6. Sebagai alat barter/transaksi
7. Sebagai bentuk cerita mengenai mitos dan cerita-cerita yang tergambar dalam motof-motofnya
8. Sebagai bentuk penghargaan bagi tamu yang datang berkunjung.

Sumber Artikel : Status FB Simon Nany dan https://id.wikipedia.org/wiki/Kain_tenun_NTT

Subscribe to receive free email updates:

Post a Comment