Yuk, Melipir ke Air Terjun Singgollangit, Jepara

Jika mendengar kota jepara, pasti yang terlintas di pikiran anda adalah ukiran kayu jatinya yang sudah melegenda dan tersohor ke pelosok negeri dan bahkan ke mancanegara.

Kota jepara memang sering di juluki sebagai kota ukir dan the beuaty of java. Selain terkenal dengan ukirannya, ada juga pahlawan emasnipasi wanita yang sangat populer yaitu R.A. Kartini.

Di jepara,  Anda juga dapat dengan mudah menemukan tempat wisata menarik, baik kuliner, pantai dan alam. Jika berkunjung ke jepara, jangan lupa menelusuri dinginnya air terjun Singgollangit.


http://mandiriransel.blogspot.co.id/2015/12/yuk-melipir-ke-air-terjun-singgollangit.html


Sekilas Tentang Air Terjun Singgollangit


Air terjun ini terletak di Dukuh Ngelancer, Kecamatan Kembang, kurang lebih 35 KM dari pusat kota Jepara. Air terjun dengan ketinggian 800 Meter  dengan lebar 2 meter ini sangat memukau bagi siapapun yang melihatnya. 

Baca Juga : Awas, Jangan Berkunjung ke Curug ini Bersama sang Kekasih


Selain wisata air terjun. Ada keuntungan lain jika mengunjungi singgollangit yaitu beragam jenis kupu-kupu yang selalu senyum menyambut wisatawan. Wellcome to Air tejun Singgollangit sambut kupu-kupu warna kuning ini ketika kamu mulai memasuki kawasan air terjun ini.

Cara Menuju Air Terjun Singgollangit


Dari pusat kota Jepara, kamu harus mengambil jalan yang menuju araj Kabupaten Pati dengan melewati berbagai kecamatan, diantaranya Kecmatan Mlonggo, Bangsri dan Kembang. Setelah kamu sampai di kecamatan kembang. Kamu dapat melanjutkan perjalanan menuju Air Terjun Singgollangit dengan melewati hutan jati sampai di desa Cepogo. Setelah melewati hutan Jati, kamu akan menemukan desa Bucu sepenjang kurang lebih 11 kilometer, disinilah air terjun singgollangit berada.

Legenda Tentang Air Tejun Singgollangit


Legenda memang menambah daya tarik bagi suatu wisatawan. Di sini juga ada sebuha legenda tentang kisah tragis sepasang pasutri. Begini lah legenda yang beredar di masyarakat.

Alkisah, hidup seoarng jejaka yang berasal dari desa Tunahan menjalin cinta dengan seorang gadis cantik asal Dukuh Sumanding Desa Blacu Kecamatan Kembang. Jalinan cinta mereka kuat hingga berlanjut ke jenjang perkawinan.

Pada suatu fajar isteri bersiap menyiapkan makanan pagi untuk si suami tercinta. Dalan penyediaan sarapan tersebut, si istri kurang hati-hati sehingga menimbulkan suara-suara alat dapur yang saling bersentuhan. Sang mertua menegur anaknya "Ojo glondhangan, mengko mundhak bojomu tangi" atau dalam bahasa Indonesia " Jangan gaduh, nanti suamimu bangun". 

Rupanya si suami salah mendengan , baca selengkapnya dari sumber artikel ini di http://wisataohhwisata.blogspot.co.id/2012/04/legenda-air-air-terjun-indonesia.html

Jadi jika berkunjung ke jepara, jangan lupa melipir ke Air Terjun Singgollangit.


Subscribe to receive free email updates:

Post a Comment