5 Gunung Paling Mistis di Indonesia

Kata mistis tentu sangat sering dikaitkan dengan alam gunung. Hampir tiap gunung selalu mempunyai cerita rakyat dan legenda, serta kisah mistis tersendiri. Tinggal kita sendiri bagaimana menyikapinya, mau percaya atau tidak.

Namun dari banyaknya gunung yang beridiri berdampingan dengan cerita-cerita mistisnya, ada beberapa gunung yang masih sering dibicarakan karena mistisnya yang masih sangat kental, diantaranya adalah :


1. Gunung Salak - Jawa Barat


Gunung yang paling dekat dengan ibu kota ini mempunyai trak basah berlumpur dan licin serta hewan pacet yang akan menyertai sepnajang jalurnya. tak heran tidak banyak pendaki yang berminat menaiki gunung ini, karena selain trak yang sulit pemandangan dari puncak pun bisa dibilang rata-rata, selain makam Mbak Salak yang setia menemani.

Walau hanya berketinggian 2200 an MDPL, gunung salak di klaim sebagai gunung yang paling banyak menewaskan pendaki saat ingin  menggapai puncaknya.

Selain aura mistisnya, Gunung Salak semakin terkenal setelah 2012 kemarin sebuah peswat Sukhoi hancur berkeping-keping setelah menabrak salah satu rebingnya dan menewaskan semua penumpang dalam pesawat itu. 

Namun walau begitu, Track salak selalu mempunyai penggemar tersendiri. Para pecinta Extreme yang tak pernah bosan untuk menginjakkan kaki di Gunung Salak yang hening dan sunyi.

2. Gunung Ciremai - Jawa Barat


Gunung ini terletak di antara kabupaten cirebon, kuningan dan Majalengka. Mempunyai tiga jlaur pendakian resmi  yaitu Palutungan, Apuy dan Linggarjati. Namun dari ke tiganya, ciremai terkenal dengan Linggarjatinya, yang biasa disebut sebagai jalur pendakian paling kejam di pulau jawa.

Tak sepereti gunung lain yang Basecamp awal sudah berada di atas ketingiian 1000 an Mdpl. Linggarjati dimulai dari ketinggian 600 an Mdpl. Basecamp Linggarjati adalah basecamp pendakian paling rendah di jawa.

Pendaki akan disuguhkan tanjakan bagai tiada akhir di jalur ini. Selain itu, tiap pos mempunyai kisah namanya tersendiri yang tentu berbumbu mistis di setiap kisahnya. Diantaranya adalah Blok Kuburan Kuda, Bapa Tere dan Batu Lingga.

3. Gunung Slamet - Jawa Tengah


Gunung Slamet berlabel gunung paling tinggi di jawa tengah. Track kepuncaknya beragam, dimulai dari vegetasi rapat sampai jalur pasir, akan dimulai disini. 

Jalur vegetasinya adalah hutan yang masih rapat dengan pohon-pohon berukuran di atas rata-rata. Bahkan di beberapa titik, sinar matahari tak sanggup menembus rapatnya vegetasi di Slamet. Suasana sunyi dan remang-remangnya hutan akan cukup membuat bulu kudung berdiri saat melintasi jalur ini. 

Apalagi gunung slamet masih sangat dikramatkan oleh warga sekitar. Bahkan kita tidak disarankan mendirikan camp/tenda disebuah pos bernama Samarantu.

4. Gunung Lawu - Jawa Tengah


Gunung lawu menjulang diantara perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Gunung yang diklaim mempunyai suhu paling dingin sejawa ini mempunyai jalur pendakian terbanyak yang paling baru dampai jalur yang lama yang sudah jarang dilewati.

Selain jalur Cemoro Sewu dan Kandang yang terkenal, kita juga bisa lewat jalur Tahura yang belum dua tahun diresmikan. Indahnya jalur candi Cetho yang mulai ramai dilewati sampai jalur lawas yang sudah terlupakan seperti jalur Jogorogo dan Wonosari.

Kono di Lawu adalah pusatnya makhluk mistis di jawa tengah. Banyak petilasan kuno peninggalan kerajaan-kerajaan zaman dahulu di gunung. Bahkan Pramu Brawijaya sebagai raja terkahir Majapahit mokso di tempat ini. Jadi tidak heran saat pendaki mendaki gunung ini, pendaki juga banyak berjumpa para peziarah yang ngalap berkah, menvari ilmu atau mencari kekayaan ditempat ini. 

Dan konon bagi mereka yang bisa "melihat", makhluk-makhluk yang berbentuk paling menyeramkan yang mendiami gunung.

5. Gunung Arjuno - Jawa Timur


Dari zaman dahulu, Gunung Arjuno sudah terkenal sebagai tempat pemujaan. Bahkan di jalur Purwosari, kita bisa temui banyak petilasan dan candi-candi kuni di sepanjang jalur.

Gunung yang terkenal dengan Alas Lalijiwo nya ini juga terkenal dengan banyak cerita mistisnya. Pasar mala misterius yang bisa muncul sewaktu-waktu atau suara gendhing gamelan yang menemani saat malam hari dinilai sudah bukan hal aneh lagi di gunung ini. Bahkan beberapa orang menyebut Arjuno adalah Gunung yang seolah tak ingin dikunjungi.

Artikel By : Komunitas Pendaki Gunung

Subscribe to receive free email updates:

Post a Comment