Hutan Mangrove Di Tengah Ibukota

Minggu ini gue dan teman gue Rizka janjian mau jalan-jalan, sebenarnya mau bertiga karena si Sherly yang sekarang sibuk bangat karena kerja dan menyelesaikan S2 nya di Universitas Trisakti, jadi gak ikut. Berangkat dari kosan gue jam 11 an dan nyampai jam 2 an, lama bangat di perjalanan.

Hore nyampai juga ke Hutan Mangrove, dan tempat yang pertama kami kunjungi adalah Masjid Al Hikmah, karena gue emang belum shalat Dzuhur. Terus melanjutkan ke Pusat Informasi untuk mengambil browsur yang berisi tentang penjelasan tentang wisata ini.

Jika sobat berkunjung ke hutan mangrove ini, jangan lupa ke ke area ini ya.

1.Masjid Al - Hikmah

Sudah pasti bagi sobat yang beragama muslim, jika berkunjung ke Mangrove PIK, sholatlah di masjid ini. Bayangkan saja, sebuah masjid di tengah-tengah hutan, adem, nyaman dan tentram. Fasilitas masjid juga sudah baik dan bagus, mulai dari tempat wudhu yang bersih, toilet serta ruang utama shalat yang nyaman.

2. Pantai Di Pojok Mangrove

Memang gak seindah pantai di kepulaun seribu, dan bahkan 10 % doang nilanya jika dibandingkan dengan pantai-pantai yang ada di ancol. Padahal pantai di ancol juga hanya biasa saja. Tapi jika sobat ke Hutang Mangrove ini, gak ada salahnya melihat pantainya dan mungkin inilah pantai yang paling *** yang sobat kunjungi.

3. Villa / Penginapan

Yoi sobat, disini juga sangat banyak villa dan Penginpan yang disewakan, untuk harganya sendiri lumayan bersahab. Villa dan rumah kayu di tengah-tengah hutan mangrove tentunya membuat pengalaman tidur yang sangat berarti dalam hidup ini.

Hutan Mangrove Jakarta

4. Menelusuri Jemabatan Kayu

Sebenarnya disini, hampir semua jalan terbuat dari jemabatan kayu dengan view mangrove yang membuat mata akan terpesona.
Hutan Mangrove Jakarta

Sebenarnya wisata mangrove ini cukup menghibur tapi sayangnya, banyaknya larangan jadi membuat gue sendiri kurang semangat untuk mengeksplore lebih banyak tentang mangrove ini. Larangan yang paling membosankan karena tidak boleh membawa kamera digital ataupun dslr dan membawa makanan dari luar. Jika ingin membawa kamera selain kamera HP akan dikenakan biaya sebesar Rp. 1.000.000,-, fantastic bukan, mending untuk beli tiket ke Lombok, hahaha.

Biaya yang dikelurkan Menuju Hutan Mangrove

1. Tiket Busway dari Slipi - Ke Halte Monas                     Rp. 3.500,-
2. Tiket APTB dari Monas Ke PIK                                   Rp. 2.500,-
3. Tiket Masuk Kawasan Hutan Mangrove                        Rp. 25.000,-
4. Tiket pulang sampai slipi*                                              Rp. 13.000,-

* Untuk jalan pulang, seperti biasa, gue selalu nyasar jika pulang dari tempat baru ke kosan karena sering salah naek angkot atau malah memilih jalan yang lebih jauh.


Subscribe to receive free email updates:

Post a Comment