Benteng Huraba Alias Benhur

Sebenarnya saya sudah lama mendengar tentang Benteng Huraba, sejak aku Sekolah Dasar tetapi belum pernah melihantnya secara langsung. Hanya mendengar cerita teman SD karean ibunya berasal dari Huraba, jadi dia lumayan sering pulang kerumah nenek dari ibunya.

Berhubung saya sekarang tinggal di Jakarta dan hanya sekali setahun mudik ke kampung halaman. jadi sangat banyak saudara yang tidak saya kenal, karena terkahir ketemu mungkin hanya waktu saya sekolah di Sekolah Menengah Pertama. Setelah saya selesai SMP, saya melanjutkan sekolah ke luar daerah sampai dengan kulyah, jadi saya di rumah hanya ketika lebaran dan libur sekolah.

Liburan lebaran kemaren saya gunakan untuk berkunjung ke rumah tante di desa Sorik. Saya berangkat bersama sepupu saya anak dari tante di sibuhuan. Sebenarnya saya sendiri sudaah lupa dengan wajah tante saya. Cuma karena keingininan ibu saya, jadi saya pun memtuskan untuk berangkat sekalian jalan-jalan ke aek sijorni.

Keberuntungan mungkin lagi berpihak kepada saya, ketika saya jalan-jalan sore. Tak sengaja ketemu dengan benteng huraba yang tidak jauh dari rumah tante saya. Sebagai yang suka traveling, tentu saja saya tidak menyia-nyiakannya.

Sekilas tentang Benteng Huraba


Benteng huraba merupakan salah satu benteng yang terletak di desa huraba. Benteng ini terdiri dari 1 menara, 2 buang Meriam dan 1 buah relief. Tapi sayangnya relief yang ada disini sudah di coret dan tidak terawat, begitu juga dengan lingkungannya padahal sangat cocok buat tempat nongkrong murah meriah di sore hari walaupun sekedar untuk melihat pemandangan disekitar benteng.

Sebagai informasi, Meriam Benteng Huraba sudah ada sejak 17 Agustus 1957 dan relief yang ada dibelakang benteng menceritakan tentang para pahlawan yang telah gugur dimasa lalu sejumlah 27 Orang demi mempertahankan benteng huraba dari penjajahan Belanda.

Benteng Huraba
Meriam Benhu

Pesan yang terkandung di Monumen Benteng Huraba


Berikut pesan yang terpahat di Mounumen Benteng Huraba oleh Kapolri Jendral Awaloedin Djamin. MPA.

Tercaata dengan tinta emas sejarah bangsa, patriotisme dan heroisme pejuang Polisi Negara sebagai Bhayangkara Negara. Berjuang bersama Angkatan Perang dan Rakyat Perkasa, dengan tekat membela Ibu Pertiwi. Di Benteng ini dua puluh tujuh pejuang rela berkorban nyawa, gugur sebagai Melati Kusuma Bangsa. Perjuangan dan pengorbanan mu tetap dikenang, Kami berikrar melanjutkan pengabdianmu demi tegaknya Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 di Persada tercinta ini.

21 Nopember 1981


Subscribe to receive free email updates:

Post a Comment